Postingan

Nasionalisme Santri (?)

Oleh: Bambang Sukirno (repost) Janggutnya sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Suara baritonnya menambah wibawa. Di Pesantren, ia dikenal tangkas menjawab pertanyaan wartawan. “Jadi apa arti nasionalisme menurut Bapak?” Tanyanya suatu ketika kepada utusan Pemerintah. Utusan itu sebelumnya mengutarakan bahwa tim mereka mendapat tugas untuk menyelenggarakan ‘Training Kebangsaan’. “Apa Bapak meragukan ‘nasionalisme’ kami…nasionalisme santri-santri kami…?” protes Kyai yang mulai sepuh itu.  “Jika Bapak meragukan pembelaan kami terhadap negeri ini, silahkan diuji… ‘Bawa masuk’ tentara Amerika ke Indonesia, kami jamin santri kami akan berada di shaf depan untuk menghadapi mereka. Dan saya jamin, birokrat-birokrat yang sok nasionalis itu akan lari terbirit-birit meski setiap Senin hormat bendera.” Lanjutnya berargumen. Setelah berdiskusi panjang, utusan itu akhirnya ‘setengah menyerah’. Di satu sisi, betapapun ia adalah delegasi yang harus pulang membawa hasil. Gagal dalam sebu...

Kemenangan Politik Rasulullah

Oleh:   Muharrik Terjunnya ummat Islam kedalam kancah politik adalah hal yang sangat menakutkan bagi musuh-musuh Islam. Bukti sejarah paling gamblang di negri ini adalah apa yang dilakukan Snouck Hourgronje untuk memporak-porandakan Aceh. Snouck membedakan Islam dalam arti “Ibadah” dan Islam sebagai “kekuatan sosial politik”, dimana masing-masing bidang memilik aplikasi yang berbeda dan saling bersebrangan. Pun demikian dengan hari ini, kita dibuat tabu ketika membicarakan kebijakan penguasa apalagi sampai mengkritisinya di dalam masjid. Dianggap bukan ‘pengajian’ jika bahasannya seputar kenaikan BBM, pengelolaan SDM, dan skandal korupsi para pejabat. Pengajian terlanjur distigmatisasi hanya seputar pembahasan tajwid, fiqih dan akhlak. Ini adalah pemikiran sekuler yang pelan tapi pasti disuntikkan kepada ummat Islam sebagai upaya menjauhkan umat dari berpikir maju dan cemerlang. Berpolitik dalam pandangan Islam berarti beraktivitas memperbaiki manusia di semua sendi k...